BAHAN KULIAH
SOSIOLOGI
PEDESAAN
Oleh:
DRS.
PERIBADI, M.SI
Beberapa Tulisan Ilmiah Populer Dapat dilihat:
JURUSAN SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI 2011
TRANSPARANSI KULIAH 1
VARIABEL KAJIAN SOSILOGI
|
||
· HUKUM
· ETIKA
· ATURAN
· AGAMA
· NORMA
· NILAI
· PANCASILA
· KAPITALIS
· SOSIALISME
· FASISME
· DLL
|
SOSIOLOGI
………..?????
· INETRAKSI SOSIAL
· HUBUNGAN SOSIAL
· STRATIFIKASI SOSIAL
· STRUKTUR SOSIAL
· PROSES SOSIAL
· PERUBAHAN SOSIAL
· MASALAH SOSIAL
PERDESAAN???
|
· IDIOLOGI
· POLITIK
· EKONOMI
· SOSIAL
· BUDAYA
· HANKAMNAS
· HANKAMRATA
· PENDIDIKAN
· KETERAMPILAN
· KKN
· SUPREMASI
|
SEBUAH LINGKARAN SETAN YANG TAK BERUJUNG
PANGKAL
|
||
Dalam Order Paradigm >>
dikenal beberapa asumsi dasar yang mendasari, sebagaimana diuraikan Perdue
(1986:43-44) berikut ini :
1. HUMAN NATURE
a.
Manusia
lebih bersifat individualistic (private)
dari pada sosial (publik), cenderung
kompetitif dari pada kooperatif.
b.
Keteraturan
sosial dimungkinkan, karena adanya kekuatan akal sehat (the power of reason) yang ada pada manusia. Egonya Rela diserahkan
pada otoritas sosial guna terciptanya kesatuan (societal cohesion).
c.
Adanya
ketimpangan antar individu adalah wajar terjadi dalam keteraturan kehidupan
sosial.
2. THE NATURE OF SOCIETY:
a.
Kecenderungan
yang mengarah pada ketidakteraturan, jaminan kelangsungan hidup hanya dapat
diciptakan dengan institusi yang kuat dan terintegrasi.
b.
Ketimpangan
personal yang bersifat alamiah, masyarakat yang sehat akan mengatur pembagian
tugas-tugas sehingga tercermin adanya perbedaan bawaan.
c.
Sifat
alamiah masyarakat tercermin pada institusi yang saling bergantung dan menjadi
penghalang perilaku pribadi. Contoh Plato, Dhurkheim, dan lain-lain
melihat masyarakat secara organis. Talcott Parsons menggunakan
metaphor mekanis (sistem). Sifat alamiah masyarakat adalah titik equilibrium.
d.
Institusi
dan norma-norma dapat dipastikan keberadaanya karena adanya consensus.
e.
Akibat
consensus, masyarakat diharapkan mengikuti (conform)
terhadap tatanan yang ada.
f.
Keteraturan
sosial yang absah dan secara alamiah terdapat mekanisme adaptasi dalam sistem
sosial.
g.
Perubahan
sosial yang dipaksakan dianggap berbahaya terhadap kesatuan sosial dan solidaritas.
3. THE NATURE OF SCIENCE
a.
Ada
keteraturan sitematik di dalam kehidupan sosial (the sosial universal) sebagaimana pada alam (the natural universal).
b.
Ilmu
pengetahuan sosial positif (a positive
science of society) mengarahkan penelitian untuk mencari kepastian hubungan
antar berbagai variabel sosial. Sosiologi memiliki persamaan dengan ilmu
pengetahuan alam (natural sciences).
c.
Ilmu
penegetahuan sosial empiris. Pengetahuan
yang didasarkan pada indera dan observasi empiris yang ketat ini menggantikan
rasionalisme objektif yang sangat menekankan pada penalaran murni (Pure reason).
d.
Fakta-fakta
sosial memiliki sifat kuantitatif.
Karena itu, fakta-fakta sosial memungkinkan untuk diukur dengan menggunakan
angka-angka.
e.
Lingkungan
sosial dilihat memiliki lingkup berbeda dan berdiri independen (bebas) dari
lingkungan alam (physical environment).
Namun ilmu pengetahuan sosial tidak harus bersifat unik (berbeda). Sains tidak
merubah keadaan maupun metode-metode hanya karena perbedaan dalam objek kajian (the subject matter).
f.
Hubungan
antar variabel harus dinyatakan dalam bahasa yang jelas dengan menyertakan
terminology yang secara jelas telah didefenisikan. Para ahli modern yang
berpegang pada pendekatan positivistic
menuntut adanya “definisi operasional” yang memungkinkan konsep-konsep
kunci dapat diukur dan dipahami secara utuh oleh mereka yang ingin melakukan
pengetesan proposisi-proposisi teoritiknya, melalui penelitian. Misalnya
bila konsep kunci dalam teori tentang proses belajar adalah << intelligence >> .
Maka definisi operasional <<intelligence>> adalah ukuran-ukuran
yang digunakan dalam test-test intelligence.
Secara, keseluruhan THE ORDER PARADIGM tersebut dapat disimak dalam bagan berikut ini:
PARADIGMATIC ELEMENTS
|
ASSUMPTIONS
|
IDEAL TYPES
|
Image of human nature
|
Reason, self-interest, personal inequality
|
Hobbes’s state of nature
|
Image of society
|
Cohesion, integration, consensus, self correction,
sosial inequality
|
Plato’s republic
|
Image of science
|
Sistematic, positive, empirical, quantitative,
predictive
|
Comte’s positivism Durkheim’s functionalism
|